Wednesday, 18 November 2015

Aspek Perpajakan Pertambangan Batu Bara



BAB I  
LATAR BELAKANG

Kebutuhan akan energi  semakin besar seiring dengan semakin pesatnya perkembangan industri modern saat ini. Salah satu yang harus terus tetap terpenuhi agar roda industri terus dapat berjalan adalah ketersediaan bahan bakar untuk menggerakkan mesin-mesin industri. Oleh karena itulah untuk mengatasi keterbatasan bahan bakar, negara-negara didunia berusaha untuk memenuhi pasokan energi dalam negerinya agar industrinya dapat terus berjalan dan tetap bisa mendatangkan devisa bagi negara tersebut.
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai potensi sumber daya alam yang menjanjikan yakni berupa mineral dan bahan tambang sebagai penopang kelanjutan kehidupan bangsa. Indonesia adalah negara yang telah sejak lama dikenal memiliki sumber daya alam yang sangat besar mulai dari minyak bumi yang jumlahnya sangat melimpah, sehingga Indonesia pernah terdaftar dalam organisasi pengekspor minyak dunia. Selain memiliki cadangan minyak bumi yang cukup besar. Di dalam perut bumi Indonesia tersimpan banyak kandungan mineral lainnya seperti emas, tembaga, timah, gas bumi, serta kandungan logam lainnya dan yang tidak kalah berharganya adalah kandungan batubara yang jumlahnya sangat besar berkisar 12 miliar ton, itu berarti cadangan batubara Indonesia memenuhi 1,32% dari total cadangan batubara dunia yang mencapai 909 miliar ton.  Batubara terdapat hampir diseluruh kepulauan besar yang ada di Indonesia, mulai dari gugusan pulau Sumatera (Sumatera Selatan, Barat, dan Tengah) di sebelah barat hingga di ujung timur Indonesia (Kalimantan Tengah, Selatan, Timur dan Papua). Ini merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki cadangan kekayaan alam yang sangat besar di dunia.
“Indonesia telah menjadi produsen timah kedua terbesar di dunia, eksportir batubara thermal ketiga terbesar di  dunia, penghasil tembaga ketiga terbesar di  dunia dan berada pada urutan kelima dan ketujuh untuk masing masing produksi nikel dan emas. Indonesia menjadi tuan rumah bagi pertambangan kelas dunia, termasuk tambang tembaga dan emas Grasberg di Irian Jaya, tambang tembaga Batu Hijau di Sumbawa, tambang Nikel di Inco Soroako, Kaltim Prima Coal di Kalimantan Timur dan penambangan Timah dari PT Timah di Bangka”( Kuntjoro Dibyo).
Batubara adalah salah satu pilihan energi alternatif yang saat ini banyak digunakan oleh industri dibanyak negara di dunia. Batubara mulai menggeser posisi minyak bumi dikarenakan cadangan  minyak bumi semakin langka sehingga harga minyak bumi semakin meningkat. Cadangan batubara dapat dikatakan masih berlimpah dan harganya  relatif murah dibanding dengan minyak bumi, sehingga banyak pusat-pusat industri dunia yang beralih menggunakan batubara sebagai sumber energi alternatif.
Menurut World Energy Council, Indonesia memiliki cadangan batubara (proven reserve coal) sebesar 4,3 miliar ton atau sekitar 0,5% dari total cadangan batubara terbukti yang ada. Peningkatan pertumbuhan konsumsi batubara di tingkat nasional tampaknya menjadi pendorong bagi perusahaan-perusahaan tambang batu bara untuk meningkatkan produksi mereka. Berdasarkan analisis yang dilakukan oleh Bank BNI, konsumsi batubara di Indonesia mengalami pertumbuhan dari 13,2 juta ton pada tahun 1997 menjadi 45,3 juta ton pada tahun 2007. Pertumbuhan tersebut diikuti oleh pertumbuhan perusahaan batubara di Indonesia yang pada tahun 2003 sudah mencapai angka 251 perusahaan.  Masing-masing perusahan tersebut tersebar diberbagai titik penghasil batubara di Indonesia. Di mana terdapat sentra-sentra produksi batu bara seperti Kalimantan dan Sumatera. 
Tabel I
Data Cadangan Batu Bara di Indonesia
Nama Daerah
Sumber Daya (Juta Ton)
Cadangan (Juta Ton)
Banten
13,31
-
Jawa Tengah
0,82
-
Jawa Timur
0,08
-
Nanggroe Aceh Darussalam
443,45
-
Sumatera Utara
26,67
-
Riau
2.085,32
16,54
Sumatera Barat
724,85
36,07
Jambi
1.862,39
18
Bengkulu
198,65
21,12
Sumatera Selatan
23.197,88
2.679
Lampung
106,95
-
Kalimantan Barat
527,52
-
Kalimantan Tengah
1.612,83
48,59
Kalimantan Selatan
9.101,38
1.867,84
Kalimantan Timur
21.076,98
2.071,68
Sulawesi Selatan
231,12
-
Sulawesi Tengah
1,98
-
Papua
151,26
-
Sumber: Pusat Sumber Daya Geologi
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/files/Batubara%20Indonesia.pdf 

Selengkapnya :


No comments:

Post a Comment