BAB
I
LATAR
BELAKANG
Kebutuhan akan energi
semakin besar seiring dengan semakin
pesatnya perkembangan industri modern saat ini. Salah
satu yang harus terus tetap terpenuhi agar roda industri terus
dapat berjalan adalah
ketersediaan bahan bakar untuk menggerakkan
mesin-mesin industri.
Oleh karena itulah untuk mengatasi keterbatasan bahan
bakar, negara-negara
didunia berusaha untuk memenuhi pasokan energi dalam
negerinya agar
industrinya dapat terus berjalan dan tetap bisa
mendatangkan devisa bagi negara
tersebut.
Indonesia sebagai negara kepulauan mempunyai potensi sumber daya alam yang
menjanjikan yakni berupa mineral dan bahan tambang
sebagai penopang kelanjutan
kehidupan bangsa. Indonesia adalah negara yang telah sejak lama dikenal
memiliki sumber
daya alam yang sangat besar mulai dari minyak bumi
yang jumlahnya sangat melimpah, sehingga Indonesia pernah terdaftar dalam
organisasi pengekspor
minyak dunia. Selain memiliki cadangan minyak bumi
yang cukup besar. Di dalam perut bumi Indonesia tersimpan banyak kandungan
mineral lainnya seperti emas, tembaga, timah, gas bumi, serta kandungan logam
lainnya dan yang tidak kalah berharganya adalah kandungan batubara yang
jumlahnya sangat besar berkisar 12 miliar ton, itu berarti cadangan batubara
Indonesia memenuhi 1,32% dari total cadangan batubara dunia yang mencapai 909
miliar ton. Batubara terdapat hampir
diseluruh kepulauan besar yang ada di Indonesia, mulai dari gugusan pulau
Sumatera (Sumatera Selatan, Barat, dan Tengah) di sebelah barat hingga di ujung
timur Indonesia (Kalimantan Tengah, Selatan, Timur dan Papua). Ini merupakan
bukti bahwa Indonesia memiliki cadangan kekayaan alam yang sangat besar di
dunia.
“Indonesia telah menjadi produsen timah kedua terbesar di dunia, eksportir batubara
thermal ketiga terbesar di dunia, penghasil tembaga ketiga terbesar di dunia dan
berada pada urutan kelima dan ketujuh untuk masing
masing produksi nikel dan emas. Indonesia menjadi tuan rumah bagi pertambangan
kelas dunia, termasuk tambang
tembaga dan emas Grasberg di Irian Jaya, tambang tembaga Batu Hijau di Sumbawa,
tambang Nikel di Inco Soroako, Kaltim Prima Coal di Kalimantan
Timur dan penambangan Timah dari PT Timah di Bangka”( Kuntjoro Dibyo).
Batubara adalah salah satu pilihan energi alternatif
yang saat ini banyak digunakan oleh industri dibanyak negara di dunia. Batubara
mulai menggeser posisi minyak bumi dikarenakan cadangan minyak bumi semakin langka sehingga harga
minyak bumi semakin meningkat. Cadangan batubara dapat dikatakan masih
berlimpah dan harganya relatif murah
dibanding dengan minyak bumi, sehingga banyak pusat-pusat industri dunia yang
beralih menggunakan batubara sebagai sumber energi alternatif.
Menurut World Energy Council, Indonesia memiliki cadangan batubara
(proven reserve coal) sebesar 4,3 miliar ton atau sekitar 0,5% dari total
cadangan batubara terbukti yang ada. Peningkatan pertumbuhan konsumsi batubara
di tingkat nasional tampaknya menjadi pendorong bagi perusahaan-perusahaan
tambang batu bara untuk meningkatkan produksi mereka. Berdasarkan analisis yang
dilakukan oleh Bank BNI, konsumsi batubara di Indonesia mengalami pertumbuhan
dari 13,2 juta ton pada tahun 1997 menjadi 45,3 juta ton pada tahun 2007.
Pertumbuhan tersebut diikuti oleh pertumbuhan perusahaan batubara di Indonesia
yang pada tahun 2003 sudah mencapai angka 251 perusahaan. Masing-masing perusahan tersebut tersebar
diberbagai titik penghasil batubara di Indonesia. Di mana terdapat
sentra-sentra produksi batu bara seperti Kalimantan dan Sumatera.
Tabel I
Data Cadangan Batu Bara di
Indonesia
|
Nama Daerah
|
Sumber Daya
(Juta Ton)
|
Cadangan (Juta
Ton)
|
|
Banten
|
13,31
|
-
|
|
Jawa Tengah
|
0,82
|
-
|
|
Jawa Timur
|
0,08
|
-
|
|
Nanggroe Aceh
Darussalam
|
443,45
|
-
|
|
Sumatera Utara
|
26,67
|
-
|
|
Riau
|
2.085,32
|
16,54
|
|
Sumatera Barat
|
724,85
|
36,07
|
|
Jambi
|
1.862,39
|
18
|
|
Bengkulu
|
198,65
|
21,12
|
|
Sumatera
Selatan
|
23.197,88
|
2.679
|
|
Lampung
|
106,95
|
-
|
|
Kalimantan
Barat
|
527,52
|
-
|
|
Kalimantan
Tengah
|
1.612,83
|
48,59
|
|
Kalimantan
Selatan
|
9.101,38
|
1.867,84
|
|
Kalimantan
Timur
|
21.076,98
|
2.071,68
|
|
Sulawesi
Selatan
|
231,12
|
-
|
|
Sulawesi
Tengah
|
1,98
|
-
|
|
Papua
|
151,26
|
-
|
Sumber: Pusat Sumber Daya Geologi
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/files/Batubara%20Indonesia.pdf
Selengkapnya :
No comments:
Post a Comment